Percayalah Bahwa yang Ikhlas Akan Mendapatkan Cinta yang Tulus

Percayalah Bahwa yang Ikhlas Akan Mendapatkan Cinta yang Tulus

 Mungkin sudah tak asing lagi kamu mendengar kalimat bahwa menunggu adalah hal yang paling membosankan. Tak ada orang yang menginginkan menunggu apalagi menunggu orang yang sangat dicintai. Tapi percayalah kadang dalam menunggumu adalah cara halus Tuhan memberikan cinta yang tulus untukmu.

Hubungan tanpa status
Memang menunggu membutuhkan sebuah kesabaran, tapi percayalah balasan yang kamu dapatkan akan sepadan dengan cinta yang istimewa kelak. Bila Tuhan membuatmu terlalu lama atau sampai kamu bosan, bisa jadi Tuhan sedang mempersiapkan cinta yang tulus untukmu.

Untukmu yang Sedang Menunggu, Bersabarlah Sebab Siapa yang Bersabar Pasti Akan Mendapatkan Cinta yang Tulus.

Kamu jangan lelah dalam menunggu, lakukan hal-hal yang bisa meningkatkan kualitas dirimu supaya penantianmu tidak sia-sia. Bersabarlah dalam penantianmu, karena tidak ada penantian yang sia-sia bila semua kamu lakukan dengan ikhlas.
Percayalah bahwa suatu hari nanti kamu akan sadar bahwa penantianmu tidak pernah sia-sia karena orang yang mencintaimu sangat tulus dan berkelas. Cinta yang tulus adalah jawaban dari semua penantianmu itu. Ketika hari itu datang, kamu baru yakin bahwa Tuhan mempunyai cara tersendiri untuk membahagiakan hambanya.

Untukmu yang Sedang Menunggu, Berdoalah Secara Terus Menerus Karena Tidak Ada Doa yang Tak Terbalas.

Kamu cukup percaya sama janji Tuhan, bahwa setiap yang berdoa dan memohon akan dikabulkan. Termasuk dalam doa-doamu selama penantian yang kamu lakukan. Yakinlah bahwa semua usaha dan perjuanganmu akan tergantikan dengan yang menakjubkan.
Tuhan tahu siapa yang pantas untukmu dan cinta yang seperti apa yang seharusnya menjadi milikmu. Percayalah semua akan indah pada waktunya dan semua lelahmu akan dibayar dengan sesuatu ang indah.
Apapun Penjelasannya, Yang Namanya Kehilangan Itu Selalu Menyakitkan

Apapun Penjelasannya, Yang Namanya Kehilangan Itu Selalu Menyakitkan

 Kehilangan akan mengajarkan kepadamu tentang menjaga. Apapun alasannya yang namanya kehilangan akan menyakitkan meski dijelaskan dengan berbagai alasan dan penjelasan. Tak ada yang tak merasakan sakit ketika mengalaminya.

Bagaimana kamu tidak merasa sakit, ketika orang yang kamu inginkan dan sayang pergi meninggalkanmu. Meski alasannya adalah demi kebaikan kamu dan keluarga kamu, tetap saja akan membuat pilu pada awalnya. Meski akhirnya akan terbiasa seiring berjalannya waktu, atau bisa juga kamu menerimanya dengan lapang dada pada akhirnya.

Karena Biasanya Yang Hilang Itu Adalah Yang Dianggap Penting Dan Berharga.

Dan satu lagi, biasanya yang hilang itu adalah salah satu yang penting dan berharga dalam hidupmu. Mulai dari barang barang kesayanganmu atau bahkan orang yang kamu sayangi dan penting dalam hidupmu. Apapun yang hilang dari hidupmu kamu akan merasa sedih pastinya.
Kehilangan itu menyakitkan
Kehilangan itu menyakitkan via instagram.com/eveninsilence.id
Memang tidak akan ada orang yang bahagia ketika kehilangan, namun ada berbagai cara untuk menyikapinya supaya tidak larut dalam kesedihan yang mendalam. Kamu bisa menerima kenyataan dan mulai belajar arti dari menjaga.

Meski Mau Memberi Alasan Dan Penjelasan Yang Paling Masuk Akal Dan Dengan Cara Sehalus Mungkin, Agar Tidak Menyakiti. Tapi Tetap Saja Kehilangan Akan Menyakitkan.

Tak akan pernah bisa ditawar, yang namanya kehilangan itu sudah pasti menyakitkan. Meski mereka yang meninggalkanmu memberi alasan dan penjelasan yang bisa diterima oleh akal pikiran sekalipun. Meski menyampaikan alasannya dengan cara yang sopan dan halus supaya kamu tidak tersakiti.
Tapi tetap saja tidak akan membuatnya tidak merasakan sakit. Udah pasti akan merasakan sakit. Tetapi dengan alasan dan penjelasan itu lebih manusiawi dari apda harus kehilangan seseorang yang tanpa alasan dan penjelasan apapun.
Meski Terpisah Jarak dan Waktu, Aku Akan Selalu Setia Padamu

Meski Terpisah Jarak dan Waktu, Aku Akan Selalu Setia Padamu

 Mungkin jarak dan waktu menjadi hal pemisah bagi kita berdua. Di pisahkan oleh pulau dan ribuan kilometer, membuatku semakin mengerti bahwa setia memang sangat berat. Bila aku saja yang setia disini padamu, aku yakin akan menjadi hal yang menyakitkan. Tapi aku selalu percaya, bahwa kamu akan selalu setia disana.

Memang jarak dan waktu tak bisa kita ubah menjadi dekat, mungkin bila kita bersama rindu akan mudah dituntaskan setiap saat. Tapi tahu kah kamu, bahwa ini merupakan salah satu ujian bagi kita tentang arti dari kesetiaan? Aku harap, kamu bisa mengerti dan mengambil pembelajaran dari ini semua.

Sebenarnya, Jarak dan Waktu Bukanlah Masalah, Jika Hubungan Ini dilandasi dengan Kepercayaan yang Kuat.

Memang bila kita dipisahkan oleh jarak yang tak terukur dan waktu yang tak terhitung. Biarlah ini menjadi sebuah perjuangan bagi kita, biarah ini menjadi ujian kesetiaan bagi kita. Karena bila kita saling mempercayai tentu setia akan menjadi kunci mati.
Terpisah jarak dan waktu
Terpisah jarak dan waktu via instagram.com/eveninsilence.id
Memang bila rindu datang menyapa, bahkan mendegarkan suara dan melihat wajahnya saja tak cukup. Biarlah rindu ini kupeluk erat melalui doa-doa, kutitipkan pada sang pencipta untuk disampaikan kepadamu. Karena hanya lewat doa semua rindu yang tak terungkapkan menjadi kesetiaan yang menumpuk.

Karena Cinta Yang Sesungguhnya Tak Akan Pudar Oleh Jarak, dan Tak Akan Hilang Oleh Waktu yang Memisahkan.

Bila memang cinta yang menjadi landasan suatu hubungan, tentu semua akan dijalankan dengan mudah. Meski sesekali krikil tajam datang menusuk tajam, angin yang kencang selalu menerpa tapi semua akan bisa dilalui bersama karena sebuah komitmen.
Percayalah, bahwa cinta yang sesungguhnya akan membawa kebahagian. Aku bahagia karena mencintaimu meski kadang terluka karena mencintaimu juga. Biarlah ini menjadi kisah kita yang akan abadi sepanjang masa.
sumber:bapermulu.com
Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

Terkadang Hatimu Perlu Sakit, Agar di Latih Menerima yang Terbaik

 Dalam menjalani kehidupan ini, cobaan datang silih berganti. Mulai dari cobaan yang baik berupa harta yang melimpah, anak yang sholeh sampai dengan cobaan yang buruk. Dan bahkan kadang hatimu perlu sakit mengahadapinya, itu semua supaya kamu terlatih menerima yang terbaik kelak.

Pamit
Terkadang apa yang sudah kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Tak sesuai harapan itu berarti Allah sedang mengajarkan kita arti Menerima.
Menerima adalah perkara terberat dari sebuah usaha, yah jika sesuatu itu tidak kita inginkan tapi ketahuilah itu hanya logika dan pemikiran kita saja. Allah tahu yang mana yang baik dan tidak baik untuk hamba-Nya karena Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu.

Bukankah Allah Sudah Jelas Berfirman Dalam Al Quran Bahwa yang Kamu Benci dan Membaut Hatimu Perlu Sakit Bisa Jadi Amat Baik.

Memang sungguh menyakitkan bila yang kita inginkan tak tercapai, bahkan meski sudah di iringi dengan usaha yang keras serta permohonan melalui doa-doa sepanjang malam dan sholatmu.
Allah Ta’ala berfirman: “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”.
(QS. Al Baqarah: 216)

Kita Hanya Bisa Merencakan dan Berusaha, Tapi Keputusan Mutlak di Tangan Allah.

Memang kita hanya bisa menjalani kehidupan ini sesuai dengan yang ditakdirkan kepada kita. Bukankah sejak di lauhul mahfudz sudah dituliskan semua skenario yang akan kita jalani di muka bumi ini. Meski memang masih ada faktor lain yang mempengaruhinya di dunia ini.
Manusia hanya bisa merencanakan Allah lah yang menentukan, jangan pernah ragu dengan Allah. Bersabar dan Ikhlaskan lah semua itu maka kau akan bersyukur di kemudian hari atas hal itu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pandanglah orang yang berada di Bawahmu (dalam masalah HARTA dan DUNIA) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di Atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.”

(HR. Bukhari dan Muslim).

Percayalah, Semua yang Kamu Jalani Saat Ini Bisa Jadi Memang yang Terbaik Sekarang.

Bila hidup kamu saat ini masih pebuh dengan duka dan luka, percaya saja semua ini memang yang terbaik untukmu saat ini. Selalu ada kebaikan dalam sebuah cobaan, mungkin saja kita selama ini sudah terlalu jauh dari-Nya sehingga di coba dengan duka dan luka.
Dan bila hidup saat ini sungguh bahagia, jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada-Nya atas semua nikmat yang telah diberikan kepadamu. Apapun keadaan yang telah kamu jalani saat ini, jangan lupa untuk bersyukur, sabar dan ikhlas. Apapun yang membuat hatimu sakit anggap saja sebagai proses pendewasaan dalam hidup ini.

Kisah Sedih Pak Catur, Diusir Istrinya karena Sakit-sakitan, Ditolak Keluarganya, Tidur Pun di Kuburan

 Kisah miris seorang pria di Kediri, diusir oleh istri kedua, sakit-sakitan, kini jadi gelandangan dan ditolak oleh keluarga.



Pria yang dulunya bekerja sopir bus itu kini akhirnya hidup sebagai gelandangan.

Tragisnya, keluarganya pun menolaknya kehadirannya.

Pria malang tersebut adalah Bambang Catur Widodo (55).

Kisah rumah tangga pria itu mengundang rasa miris.

Pasalnya, Bambang Catur Widodo menggelandang setelah diusir oleh istri keduanya.

Awalnya, Bambang bekerja di satu perusahaan otobus (PO) di Tulungagung.

Tapi, kini Bambang harus hidup menggelandang.

Lantaran tidak punya tempat tinggal, Bambang sempat tidur di areal Pemakaman Banjaran, Kota Kediri.

Kemudian ia pindah ke Aula Kantor Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.

Kejadian yang menimpa Bambang bermula saat tubuhnya mulai sakit-sakitan.

Sehingga membuatnya tidak dapat bekerja maksimal menjadi sopir bus lagi.

Dalam kondisi tubuh mulai sakit-sakitan, istrinya pertamanya mendahului meninggal dunia.

Kemudian Bambang menikah lagi dengan janda asal Trenggalek.

Namun karena tubuhnya mulai digerogoti sakit, Bambang tidak mampu menjadi sopir bus lagi.

Alhasil, ia pun tidak punya penghasilan.

Sehingga istri keduanya di Trenggalek tidak mau menerimanya lagi.

Bahkan, ia meminta Bambang untuk pergi.

Sempat luntang- lantung, Bambang mencoba pulang ke rumah saudaranya di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.

Namun lagi-lagi saudaranya juga tidak mau menerima.

Akibat penolakan dari istri dan keluarganya, Bambang akhirnya meninggalkan rumah.

Ia tidur menggelandang di sekitar areal makam di Kelurahan Banjaran.

"Saya sempat tidur beberapa hari di areal makam," ungkapnya.

Warga yang trenyuh mengetahui kejadian itu kemudian meminta Bambang meninggalkan makam.

Bambang juga diminta tidur di Aula Kelurahan Banjaran.

Bambang yang sempat beberapa hari menghuni Aula Kelurahan Banjaran kemudian dilaporkan masyarakat kepada petugas Satpol PP Kota Kediri.

Petugas kemudian membawa Bambang ke Kantor Satpol PP Kota Kediri untuk dipertemukan dan diantarkan ke rumah keluarganya.

Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid menjelaskan, petugas sempat mengantarkan Bambang ke rumah keluarganya di Kelurahan Banjaran.

Hanya saja pihak keluarga yang merupakan kakak kandungnya tidak mau menerima.

"Keluarganya tidak berkenan menerima," jelas Nur Khamid, Selasa (4/2/2020).

Petugas pun kemudian mengantarkan kepada keluarganya yang lain di Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabuparen Kediri.

Dari hasil pembicaraan petugas dengan pihak keluarga akhirnya mau menerima dan memperbolehkan Bambang tinggal bersama.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Tribunjatim.com/Ani Susanti)

Sumber : tribunnews.com

Kisahnya Jadi Viral, Pasangan ini Hanya Habiskan Biaya Rp 5,5 juta Untuk Pesta Pernikahannya

Bagi sejumlah orang, pernikahan adalah momen paling bahagia dan spesial dalam hidup. Tapi tak banyak yang mengetahui bahwa untuk mencapai ke titik pernikahan tersebut, ada banyak hal yang berhasil membuat calon pasangan pengantin kebingungan bahkan pusing.


Tentu saja itu disebabkan oleh ‘budget’. Ya, sebuah acara pernikahan tentu saja membutuhkan dana. Tapi tak perlu cemas atau pusing, karena berikut ini ada sebuah kisah inspiratif yang mungkin bisa memberi wawasan bagi kamu dalam memecahkan masalah pengeluaran.

Kisah ini datang dari akun Twitter bernama @biangkerok. Diceritakan, sepasang pengantin berhasil menghemat biaya pernikahan sampai begitu ramah di kocek, dengan hanya menghabiskan biaya sebesar Rp 5,5 juta.

Budget tersebut meliputi, “Cincin meteorit 700K, seserahan 1400K, baju & make up 1600K, foto video dokumentasi ijab kabul 1000K, lain2 800K,” terang sang pria, Satrio, dilansir Tribunnews.com.

Dengan budget yang sangat irit itu, Satrio dan istrinya, Karin, hanya menggelar akad nikah dan makan-makan bersama keluarga terdekat saja.

Meski demikian, keintiman acara itu justru sangat dirasakan, baik oleh mereka maupun para tamu undangan, karena tak ada ‘pemisah’ diantara mereka.

Dimana Satrio dan Karin membaur bersama para tamu undangan, dengan sambil bercanda tawa.

Bukan seperti pasangan pengantin pada umumnya, yang justru menjadi kaku dan malah seperti ‘pajangan’, yang menyaksikan para tamu undangan dari panggung pernikahan.

Kesederhanaan dengan penuh keintiman inilah yang membuat konsep pesta pernikahan mereka viral di media sosial. Banyak warganet yang memuji konsep pesta simpel mereka.

“Saya suka ide ga perlu panggung & pengantin menghampiri para tamu. Kadang juga bingung aj ngeliat pengantin cuma jadi pajangan & malah ga menikmati momen dgn para kerabat/undangan,” ujar seorang netizen.

“Nah ini, tujuan pelaminan itu apa sih sebenarnya? Apa gunanya kita duduk di pelaminan seolah dipajang sambil dilihatin orang2 ramai yg lagi makan? Gk habis pikir saya faedah dari momen itu apa,” timpal netizen lain.

Menurutmu?

Tidak Usah Malu Hidup Seadanya, Karena yang Terlihat Serba Berkecukupan pun Belum Tentu Tenang Hidupnya

 Sudahlah, tidak usah kamu malu hidup sederhana, hidup seadaanya, karena yang demikian tentu akan menjaminmu lebih tenang dan bahagia. Kamu tidak perlu memasang topeng seperti orang lain yang apa-apa selalu pencitraan dan ingin dipuji, buat apa semua itu? karena yang terlihat serba berkecukupan pun belum tentu hidupnya benar-benar bahagia dan tenang.



Yang Indah Dalam Hidup Itu Adalah Ketenangan, Karena Kaya Tapi Tidak Tenang Pada Akhirnya Tidak Akan Bahagia

Untuk apa mengejar pernak-pernik dunia supaya terliha elegan di mata manusia? karena yang terpenting dalam hidup ini adalah ketenangan.

Jangan melulu ingin terlihat serba waw dihadapan yang lainnya, jangan sok meniru yang apa-apa serba mewah, karena kaya tapi tidak tenang pada akhirnya tidak akan bahagia

Sederhana, Tapi Selalu Dengan Hati dan Jiwa yang Tenang, Maka Apa-apa Akan Terasa Indah dan Bahagia

Sederhanalah dalam menikmati hidup, jangan suka menghambur-hamburkan sesuatu tidak dengan kebutuhanmu, karena semua yang kamu miliki saat ini akan Allah mintai pertanggung jawaban nanti.

Sungguh saat kamu hidup dengan sederhana, selalu dengan hati dan jiwa yang tenang, maka apa-apaakan terasa indah dan sangat membahagiakan.

Percuma Banyak Harta dan Sebagainya, Jika Semua Itu Tidak Dapat Menjadikan Pemiliknya Bahagia dan Tenang Seutuhnya

Apakah kamu tahu, percuma banyak harta dan sebagainya, jika semua itu tidak dapat menjadikan pemiliknya bahagia dan tenang seutuhnya.

Hidup akan menjadi sangat sempit, walau apa-apa sudah serba ada, jika kamu sendiri tidka bijak menjalani hidupmu, jika kamu tidak pernah benar-benar bersyukur atas hidupmu.

Bukankah Banyak yang Apa-apa Serba Melimpah Kelihatannya, Tapi Pada Akhirnya Dia Mati Karena Bunuh Diri

Dan bukankah banyak yang apa-apa sudah serba ada, yang melimpah hartanya, jabatannya luar biasa, kayanya sudah tidka ketulungan, tapi apada akhirnya dia mati karena bunuh diri.

Kenapa? dia tidak merasa tenang, jiwanya tidak benar-benar bahagia, karena mungkin ada tekanan batin yang pada akhirnya membuat dia merasa lebih baik hengkang dari dunia ini. Na’udzubillah

Syukuri Apa yang Telah Allah Berikan, Sungguh Nikmat Terbaik Dalam Hidup Itu Apabila Kamu Bersyukur Kepada Sang Pemberi Kehidupan

Jadi apapun hidup yang kamu miliki, syukurilah apa yang telah Allah berikan, sungguh nikmat dalam hidup itu apabila kamu bersyukur kepada sang pemberi kehidupan dengan begitu hikmatnya. Syukurilah setiap yang Allah putuskan, dan sederhanalah dalam menikmati dunia, karena sesuatu yang sederhana biasanya akan membawa pada ketenangan.