Aku Bahagia Karena Mencintaimu, Tapi Juga Terluka Karena Mencintaimu

 


Sudah beberapa kali kamu menjalin hubungan yang tanpa arah. Dalam hal menjalani sebuah hubungan, kamu juga tak muluk-muluk. Hanya ingin bahagia sampai akhir hubungan dengan cara menikah bukan hanya menderita karena mencintai dan selalu di khianati olehnya.

Sebenarnya, kamu mencintai karena ingin bahagia bukan untuk terluka. Meski memang untuk mencapai sebuah kebahagian kadang penderitaan juga menyertainya. Tapi sejatinya hubungan yang selalu menderita merupakan bukti Tuhan tidak merestui hubungan kalian. Buat apa bersama bila akhirnya hanya menderita yang kamu dapatkan. Bila memang cinta, seharusnya ikat dalam doa lalu akad bukan dengan kata mesra.

Sebenarnya Kamu Mau Apa? Mencoba Untuk Mempermainkan ku, Melukaiku Atau Menyakitiku?

Kamu mulai ragu terhadap dia yang pada awalnya sangat mencintaimu. Kata-kata yang manis dan dia yang romantis membuatmu semakin sulit untuk melupakannya. Kemudian pada akhirnya kamu baru mulai sadar, ketika dia merubah semua caranya memperlakukanmu, mulai dari tidak memperdulikanmu bahkan acuh tak acuh.
Kamu mulai ragu tentang tujuannya dia sebenarnya. Apakah dia sebenarnya mencintaimu atau hanya di awal saja untuk bermain-main, kemudian melukaimu dan menyakitimu. Bila itu adalah tujuannya atau kamu sudah merasakannya lebih baik lepaskan saja.

Aku Mencintaimu Karena Aku Ingin Bahagia, Bukannya Ingin Menangis Karena Terluka Oleh Cintamu.

Sebanarnya aku mencintaimu karena aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Aku ingin bahagia bersamamu selamanya bukan untuk menangis karena terluka oleh cintamu. Bukan juga ingin menderita sepanjang hidupku karena tingkah lakukmu.
Bila memang kamu masih ingin menjalin hubungan denganku. Mengapa kamu tidak mencoba untuk saling membahagiakan sata sama lain, saling mengerti dan menerima satu sama lain. Jangan sampai ada saling menyakiti lagi.

0 Comments

Posting Komentar